Ternate, Delangi.com- Kami, warga dan masyarakat Bajo Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan keprihatinan atas kondisi kelistrikan di wilayah kami yang belum terselesaikan sejak tahun 2018 hingga saat ini. Tiang listrik memang sudah terpasang, namun aliran listrik tidak pernah dialirkan ke rumah-rumah warga. Akibatnya, kami masih bergantung pada mesin genset, lampu lentera, dan palita sebagai penerangan utama.
Ketergantungan ini menimbulkan beban ekonomi tambahan. Setiap minggu warga harus iuran untuk membeli bensin dan oli genset, yang sangat memberatkan keluarga serta pelaku UMKM lokal. Dampak sosialnya juga nyata: proses belajar anak-anak terganggu, usaha kecil tidak bisa berjalan optimal, dan kualitas hidup masyarakat tertahan.
Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara pemasangan infrastruktur fisik dengan pemenuhan layanan dasar kepada masyarakat. Listrik adalah hak dasar. Ketika listrik hidup, ekonomi bergerak, pendidikan berjalan, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah tumbuh.
Karena itu, kami memohon kepada Ibu Gubernur Maluku Utara, Ibu Serly Tjoanda, untuk menjadikan Bajo Joronga sebagai prioritas penyelesaian dengan prinsip keadilan pembangunan. Tuntutan kami: 1) Audit dan evaluasi proyek kelistrikan Bajo Joronga sejak 2018; 2) Percepatan penyambungan kabel listrik ke seluruh rumah warga; 3) Transparansi penggunaan anggaran dan kepastian jadwal penyelesaian; 4) Solusi sementara yang meringankan beban biaya genset warga selama proses perbaikan.
Kami menyampaikan hal ini bukan untuk menciptakan konflik, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab warga negara agar pemerintah tetap berpihak pada rakyat. Selama 8 tahun tiang-tiang listrik hanya berdiri sebagai pajangan tanpa arus. Anak-anak belajar dengan cahaya redup dan bising, ibu-ibu menanggung biaya bahan bakar, usaha kecil mati karena iuran bulanan.
Kinerja pemerintahan tidak diukur dari jumlah tiang yang berdiri, tetapi dari berapa rumah yang lampunya benar-benar menyala. Kami tidak meminta berlebihan. Kami hanya meminta kabel disambung, aliran listrik dihidupkan, dan iuran yang mencekik itu dihentikan.
Bajo Joronga sudah terlalu lama menunggu dalam gelap. Tolong dengarkan kami, bukan sebagai pengkritik, tetapi sebagai warga yang ingin daerahnya maju bersama.
Hormat kami,
Masyarakat Bajo Joronga, Halmahera Selatan
Untuk Ibu Gubernur Maluku Utara, Ibu Serly Tjoanda
Oleh: Fajri G. Sumbalatu | Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun


Tinggalkan Balasan