Labuha, Delangi.com- Pengurus HMI Cabang bacan himpunan Mahasiswa Islam (HMI) secara resmi menyatakan sikap penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mulai berlaku di wilayah tersebut. Penolakan ini disampaikan mengingat dampak yang dikhawatirkan akan membebani kehidupan masyarakat setempat.
Dalam pernyataan yang disampaikan Ketua bidang HUKUM dan HAM HMI Cabang Bacan, Imran Tamrin. pihaknya memahami terdapat dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Namun demikian, ia menilai kenaikan harga bukanlah solusi yang tepat, apalagi bagi daerah kepulauan seperti Halmahera selatan yang ketergantungan terhadap BBM sangat tinggi dan biaya distribusi barang sudah relatif mahal.
“Kami menegaskan sikap menolak kenaikan harga BBM, baik jenis subsidi maupun non-subsidi. Bagi masyarakat di daerah kepulauan seperti Bacan, BBM bukan sekadar kebutuhan kendaraan, melainkan nyawa bagi transportasi antar-pulau, penangkapan ikan, hingga distribusi kebutuhan pokok. Jika harga BBM naik, otomatis harga beras, sayur, obat-obatan, dan kebutuhan lain akan ikut melonjak,” ujarnya.
HMI Cabang Bacan menilai pemerintah seharusnya mencari solusi alternatif yang tidak membebani rakyat, seperti menekan biaya operasional perusahaan BUMN, memperketat pengawasan agar subsidi tepat sasaran, hingga mempercepat pengembangan energi terbarukan di daerah.
Pihaknya juga meminta agar pemerintah pusat dan daerah mendengar aspirasi masyarakat, serta mempertimbangkan kembali kebijakan penyesuaian harga tersebut. “Kami siap menyampaikan aspirasi ini melalui jalur dialog konstruktif. Jika tidak didengar, kami tidak menutup kemungkinan menggelar aksi damai untuk menyampaikan kekhawatiran ini,” tambah ketua bidang HMI cabang bacan. Imran Tamrin
Hingga saat ini, harga BBM di wilayah Halmahera selatan mengikuti ketentuan nasional dengan sedikit perbedaan akibat biaya pengiriman. Warga setempat mengaku khawatir kenaikan ini akan semakin memperlebar beban hidup yang sudah terasa berat akibat harga kebutuhan pokok yang cenderung naik dalam setahun terakhir.


Tinggalkan Balasan