Sofifi, Delangi.com- Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut) mengimbau masyarakat agar tidak menunjukkan euforia secara berlebihan dalam menyambut dan merayakan gelaran Piala Dunia 2026.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Malut, Kombes Pol. Teguh Kariyadi, menegaskan bahwa perbedaan dukungan terhadap tim peserta merupakan hal yang wajar dalam dunia olahraga. Namun, masyarakat diminta tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

“Kami mengingatkan seluruh masyarakat agar merayakan pesta sepak bola ini secara bijak. Perbedaan pilihan tim adalah sesuatu yang lumrah, tetapi jangan sampai menimbulkan gesekan yang dapat mengganggu situasi kamtibmas,” ujar Teguh, Kamis (4/6/2026).

Ia menekankan bahwa setiap pendukung harus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas serta menghormati perbedaan pilihan. Menurutnya, tindakan saling mengejek, menghina, maupun memprovokasi antarsuporter dapat memicu konflik yang tidak diinginkan.

“Piala Dunia seharusnya menjadi sarana hiburan dan ajang mempererat silaturahmi, bukan sebaliknya menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama berlangsungnya turnamen, Polda Malut bersama seluruh jajaran Polres akan meningkatkan langkah-langkah preventif, edukatif, serta pengawasan di berbagai titik keramaian.

Saat ini, kepolisian juga tengah melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk titik-titik nonton bareng (nobar) yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.

Selain itu, pengaturan arus konvoi pendukung tim juga menjadi perhatian aparat keamanan. Polda Malut berupaya memisahkan jalur konvoi kelompok pendukung yang berbeda guna menghindari potensi gesekan di lapangan.

“Kami akan mengatur jalur konvoi agar tidak terjadi pertemuan antarpendukung tim yang berbeda, sehingga situasi tetap aman dan kondusif,” pungkas Teguh.

Delangi Indonesia.com
Editor
Delangi Indonesia.com
Reporter