Delangi.com – Pencarian terhadap Dr. Wildan, dosen Universitas Khairun (Unkhair) Ternate yang hilang akibat kecelakaan kapal di perairan Halmahera Selatan, memasuki hari ketiga, Minggu (25/01/2025). Tim gabungan terus melakukan upaya pencarian dengan mengerahkan teknologi dan sejumlah armada laut.
Di lokasi awal kejadian, dengan perkiraan kedalaman laut sekitar 80 meter, tim Unkhair menurunkan drone bawah air serta menerbangkan drone udara DJI Mavic untuk memantau kondisi dasar laut dan permukaan perairan.
Ketua Tim Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum, menjelaskan bahwa penggunaan drone bawah air dilakukan karena kedalaman perairan tidak memungkinkan dilakukan penyelaman manual.
“Kondisi kedalaman cukup ekstrem dan berisiko jika dilakukan penyelaman langsung. Selain itu, gelombang tinggi memaksa operasi bawah laut dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari,” ujar Ridha di sela operasi pencarian.
Drone bawah air digunakan untuk merekam kondisi dasar laut secara jarak jauh, sementara drone udara menyisir permukaan laut serta garis pantai untuk memperluas jangkauan pengamatan.
Sejumlah unsur terlibat dalam operasi pencarian. Kapal pengawas KPLP membawa mantan Rektor Unkhair Dr. M. Ridha Ajam, Wakil Rektor III Abdul Kadir Kamaluddin, serta Muhammad Fauzi Andi Mattara, anak ketiga korban, menyusuri perairan Saketa dan sekitarnya.
Rubber boat Basarnas Halmahera Selatan bersama lima personel Basarnas dan Polairud menyisir perairan Desa Sayoang. Tim lain yang terdiri atas unsur Unkhair, kepolisian, dan masyarakat bergerak ke arah selatan hingga perairan Tutupa, Tabapoma, dan Tomara, dipimpin Abdul Khalid, Kabag BPKU Unkhair.
Di perairan Tabapoma, rubber boat BNPB Halmahera Selatan yang diawaki unsur TNI AL, TNI AD, dan Polres Halmahera Selatan turut melakukan pencarian.
Sementara itu, rubber boat Marnit Polairud Bacan bersama tiga personel Polairud dan Yadzali Andi Mattara, anak kedua korban, menyisir perairan Desa Lemo-Lemo, Kecamatan Gane Barat.
Pencarian juga dilakukan oleh bodi masyarakat di perairan Tomara yang dipimpin Babinsa Desa Bibinoi, Sertu Yunias Loleo, bersama lima personel Basarnas.
Komandan Unit Basarnas Halmahera Selatan, Husen Abubakar, mengatakan bahwa pada hari ketiga pencarian, sedikitnya lima armada dikerahkan, terdiri atas long boat masyarakat, speed boat Polairud, dua perahu karet Basarnas dan Polairud, serta kapal bantuan KPLP.
Namun, sekitar pukul 15.30 WIT, kondisi cuaca kembali memburuk sehingga pencarian terpaksa dihentikan sementara. Operasi hari ketiga ditutup pada pukul 17.00 WIT tanpa hasil.
“Hari berikutnya pencarian akan dilanjutkan dengan penyisiran permukaan laut menyesuaikan arah arus dan kondisi cuaca,” kata Husen.
Ia juga mengimbau masyarakat dan kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian agar segera melaporkan kepada tim SAR apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Hingga sore hari, korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian akan dilanjutkan kembali dengan harapan memperoleh titik terang atas keberadaan Dr. Wildan.



Tinggalkan Balasan