Ternate, Delangi.com – Pesta di Selatan dilaksanakan di Kelurahan Jambula selama dua hari, pada 18–19 Desember. Kegiatan ini menjadi ajakan bersama untuk kembali ke akar tradisi masyarakat pesisir melalui pangan, ritual, dan nilai-nilai budaya yang hampir terlupakan.

Selama dua hari pelaksanaan, sagu dan ikan menjadi penanda utama perayaan. Kedua komoditas ini memimpin ingatan kolektif warga tentang hubungan erat antara manusia dengan hutan dan laut, bahasa lokal, serta ritual-ritual leluhur yang dahulu menghidupi kehidupan masyarakat jambula.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sangat meriah melalui pasar barter pangan, makan sareat bersama, serta doa selamat dan ritual tolak bala.

Suasana kebersamaan begitu terasa, memperlihatkan kuatnya ikatan sosial warga dalam merawat tradisi.

Acara ini dikawal oleh Himpunan Pemuda Jambula bersama Panitia Pesta di Selatan. Sejak awal hingga penutupan, kawasan Jambula dipenuhi riak-riak peserta yang mengikuti pawai obor dan menikmati nyanyian lagu-lagu daerah yang dibawakan oleh ibu-ibu Jambula pada malam penutupan acara.

Penutup kegiatan berlangsung khidmat sekaligus hangat dengan makan sareat bersama seluruh warga di pelabuhan Jambula, menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur atas keberlangsungan tradisi.

Penggagas Festival Pesta di Selatan, Aiya Lee, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan perayaan sederhana atas komoditas utama masyarakat pesisir.

Pesta di Selatan adalah perayaan sederhana tentang komoditas utama warga pesisir. Ikan dan sagu bukan sekadar opsi bagi orang Ternate, keduanya lebih dari itu.

Dalam festival tanpa ingar-bingar hiburan modern, kekayaan pangan, tradisi, filosofi sajian, alat transaksi, prosesi hingga ritual menghormati tanah dan laut diingatkan kembali lewat norma-norma sederhana yang lahir dari dapur.

Pesta di Selatan adalah bait gastronomi yang dituturkan lewat perspektif leluhur,” ujar Aiya Lee, salah satu warga Jambula yang hadir menyampaikan harapannya agar kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

“Acara ini sangat bagus. Kami berharap tidak hanya berhenti sampai di sini. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sebagai ajang perekat adat dan silaturahmi antar warga serta generasi yang ada di Jambula,” ungkapnya di tengah kegiatan.

Melalui Pesta di Selatan, masyarakat Jambula tidak hanya merayakan pangan dan tradisi, tetapi juga merawat ingatan, identitas, dan hubungan antargenerasi.

Delangi Indonesia.com
Editor
Delangi Indonesia.com
Reporter