Ternate, Delangi.com – Litbang HalmaheraPost merilis hasil survei periode November–Desember 2025 yang memotret peta awal figur potensial Bakal Calon Wali Kota Ternate menuju Pilkada 2030. Survei yang melibatkan 400 responden dengan metode multistage random sampling ini memiliki margin of error ±5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei menempatkan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, sebagai figur teratas dengan tingkat popularitas 89 persen dan likeabilitas 85 persen. Tingginya capaian tersebut dinilai sebagai modal elektoral awal yang kuat, seiring eksposur publik yang luas melalui kerja-kerja birokrasi dan pelayanan pemerintahan.
Meski demikian, Rizal menegaskan dirinya belum berpikir ke arah politik elektoral. Ia menilai hasil survei sebagai bentuk persepsi publik yang patut dihargai, namun saat ini memilih tetap fokus menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mengawal visi-misi Wali Kota Dr. H. M. Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota Nasri Abubakar.

“Bagi saya ini adalah persepsi publik yang harus dihargai. Tapi yang jelas, saat ini saya masih fokus pada pembangunan Kota Ternate dalam masa pemerintahan Dr. H. M. Tauhid Soleman dan Nasri Abubakar. Mari sama-sama kita bangun Kota Ternate,” ujar Rizal, Selasa (17/12/2025).
Ia menambahkan, urusan politik ke depan akan sangat ditentukan oleh kerja-kerja kita hari ini yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Soal politik ke depan, itu tergantung apa yang kita lakukan hari ini dan sejauh mana hal tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya positif oleh warga Kota Ternate,” tuturnya.
Direktur Litbang HalmaheraPost, Jufri Abubakar, menjelaskan bahwa pada fase awal, popularitas dan likeabilitas berfungsi sebagai modal politik awal. Menurutnya, kuatnya tingkat kesukaan publik terhadap Rizal menunjukkan bahwa popularitas tersebut tidak semata bersumber dari jabatan, tetapi juga dari persepsi positif atas kinerja dan citra personalnya.
“Kombinasi ini menempatkan Rizal sebagai figur dengan modal elektoral awal paling solid dalam peta sementara,” kata Jufri.
Figur lain juga mencatat capaian beragam. Nasri Abubakar meraih popularitas 70 persen dan likeabilitas 61 persen, diikuti Zulkifli Umar (68 persen; 60 persen), Husni Bopeng (60 persen; 48 persen), Abubakar Abdullah (63 persen; 52 persen), Nurlela Syarif (53 persen; 47 persen), Muhajirin Bailusy (57 persen; 48 persen), dan Djasman Abubakar (50 persen; 42 persen).
Litbang HalmaheraPost menilai jabatan birokrasi dan eksekutif masih berpengaruh terhadap popularitas awal, namun peta elektoral tetap dinamis. “Kinerja dan kedekatan dengan publik akan menentukan perubahan menuju 2030,” ujar Direktur Litbang HalmaheraPost, Jufri Abubakar.



Tinggalkan Balasan