Ternate, Delangi.com – Suasana hangat menyelimuti Sahid Bella Ternate pada peresmian Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Utara sekaligus pengukuhan Kepala OJK Malut. Selasa (09/12/2025).
Kehadiran lembaga ini disambut sebagai momentum baru bagi penguatan literasi finansial dan perlindungan konsumen di daerah kepulauan yang ekonominya tengah tumbuh pesat.
Dalam laporannya, Bambang Mukti Riyadi menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam pembangunan kantor OJK di Maluku Utara, menandai langkah penting menuju pengawasan keuangan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan bahwa Malut mencatat pertumbuhan tertinggi di kawasan. Bahkan, terdapat potensi ekonomi sekitar Rp100 miliar per bulan dari sektor perikanan, pertanian, dan swasembada pangan yang sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia.
Namun, Sherly menyoroti tantangan UMKM yang meningkat jumlahnya tetapi kerap tersendat akibat rendahnya literasi keuangan. “Kehadiran OJK harus menjadi tempat masyarakat datang ketika terlilit hutang, terjebak pinjol nakal, atau praktik keuangan ilegal,” ujarnya.
Ia optimistis dalam lima tahun ke depan Malut dapat melahirkan generasi muda dengan literasi keuangan yang mumpuni. Pemerintah provinsi, tambahnya, berkomitmen membangun ekosistem keuangan yang inklusif.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa berdirinya kantor ini adalah langkah OJK untuk semakin dekat dengan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya perlindungan konsumen dan pencegahan aktivitas keuangan ilegal. “Pastikan Kantor OJK Maluku Utara ini menjadi manfaat nyata bagi warga,” tegasnya.
Peresmian ini turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara, Anggota Komite IV DPD RI Namto Hui Roba, Kepala Bank Indonesia, Kapolda Maluku Utara, serta para bupati dan wali kota atau perwakilan masing-masing daerah.
Kehadiran OJK Malut diharapkan menjadi pusat advokasi, edukasi, dan perlindungan finansial yang memperkuat pondasi ekonomi regional, membuka era baru kemajuan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan