Labuha, Delangi.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bacan mengecam keras sikap Dinas Pemuda dan Olahraga (Pora) Halmahera Selatan yang dinilai acuh terhadap atlet karate daerah perwakilan Halsel yang terdampak kebakaran Gedung Musdalifah di Asrama Haji Transit Ternate, Selasa(18/11/2025) pagi. Kebakaran ini menghanguskan 18 kamar di lantai dua, termasuk seluruh peralatan kontingen Halsel yang mengikuti STUDENT KARATE CHAMPIONSHIP tingkat provinsi di Kota Ternate.
Ketua Umum HMI, Said Mubin, menegaskan bahwa kelalaian Kadis Pora adalah bentuk pengabaian serius terhadap atlet dan orang tua yang telah menempuh jalur resmi untuk mengajukan bantuan. “Kadis Pora seharusnya menjadi penanggung jawab langsung atlet yang mewakili daerah. Mengabaikan mereka setelah musibah adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan,” tegas Said Mubin.
Kronologis pengajuan bantuan semakin memperkuat kecaman HMI. Sebelum keberangkatan kontingen pada Sabtu, 15 November 2025, orang tua peserta sudah menghadap langsung Kadis Pora pada Kamis, 13 November 2025, untuk menyerahkan proposal bantuan. Kadis Pora berjanji akan mempelajari proposal tersebut. Namun, Kabid Prestasi menyatakan proposal memerlukan disposisi dari Bupati. Disposisi keluar pada hari yang sama, Kamis, dan orang tua peserta dijadwalkan kembali menghadap pada Jumat, namun Kadis Pora sedang berada di Kayoa. Akhirnya, proposal diserahkan kembali pada Selasa dan diterima untuk diproses, tetapi Kabid Prestasi mengatakan dana tidak bisa dicairkan karena sudah diserahkan sebagai dana hibah. Padahal, proposal mencantumkan jumlah peserta, official, dan anggaran selama di Ternate.
Said Mubin menilai sikap acuh Kadis Pora merusak moral atlet dan merendahkan martabat Halmahera Selatan. “Ini bukan sekadar soal dana, tetapi penghargaan terhadap prestasi dan tanggung jawab moral pemerintah daerah,” tegasnya.
Sementara itu, dinas lain tampak lebih responsif. Dinas Pendidikan Halsel menyalurkan bantuan Rp100 ribu per peserta, dan Dinas Perhubungan memfasilitasi dispensasi perjalanan. “Sementara Dinas Pora, tidak ada satu pun perhatian. Tidak ada panggilan, tidak ada bantuan logistik, tidak ada respon sama sekali,” tambah Said Mubin.
HMI Cabang Bacan menyerukan Kadis Pora segera bertanggung jawab, memberikan klarifikasi publik, dan menindaklanjuti bantuan untuk kontingen Halsel. “Atlet kita bukan komoditas, mereka adalah wajah daerah. Mengabaikan mereka adalah pengkhianatan terhadap prestasi dan martabat Halmahera Selatan,” pungkas Said Mubin.
Hingga kini, Kadis Pora Halsel belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, kontingen Halsel tetap berjuang di kejuaraan provinsi dengan dukungan terbatas dari pihak luar Dinas Pora, berharap pemerintah daerah segera menunjukkan tanggung jawabnya.



Tinggalkan Balasan