Delangi.com – Di tengah fiskal yang sempit dan tantangan birokrasi yang sering menghambat inovasi, Wali Kota M. Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota Nasri Abubakar (Tauhid-Nasri) memilih jalan kerja yang tenang namun nyata. Pengadaan ambulans laut bukan sekadar proyek simbolik, melainkan bentuk konkret dari visi mereka untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang menjangkau hingga ke pulau-pulau kecil di sekitar Ternate (BAHIM).

Di kota yang dikelilingi laut, kehadiran ambulans laut adalah jawaban paling rasional sekaligus paling manusiawi: memastikan bahwa keselamatan warga tak bergantung pada jarak dan gelombang.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pemerintah kota memahami esensi pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Dalam teori pembangunan, kebijakan semacam ini dapat dibaca sebagai kombinasi dari pendekatan pertumbuhan (growth-oriented) dan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat (community based development).

Di satu sisi, ambulans laut memperkuat infrastruktur dasar sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan sosial. Di sisi lain, ia hadir sebagai wujud empati terhadap realitas masyarakat kepulauan-yang selama ini sering luput dari prioritas kebijakan kesehatan nasional.

Dengan anggaran yang terbatas, Pemerintahan Tauhid-Nasri tidak berlari dengan langkah besar, tapi berjalan dengan arah yang jelas. Mereka menempatkan pelayanan kesehatan sebagai prioritas moral, bukan sekadar angka dalam rencana kerja. Pembangunan seperti ini jarang menjadi headline besar, tetapi justru di sinilah kehadiran negara menemukan maknanya: menolong warga pada saat paling genting.

Ambulans laut menjadi simbol bahwa pelayanan kesehatan yang baik bukan diukur dari megahnya fasilitas, melainkan dari sejauh mana layanan itu menjangkau yang paling jauh dan yang paling lemah.

Dalam konteks politik lokal, kebijakan seperti ini juga menunjukkan arah baru: politik pelayanan publik yang berpihak. Tauhid-Nasri tidak sedang berlomba membangun citra, melainkan mengembalikan politik ke akarnya – melayani. Program ini menegaskan bahwa pemerintah daerah mampu berinovasi meski dalam keterbatasan, asalkan memiliki orientasi nilai yang jelas: keadilan sosial dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

Ambulans laut adalah tanda bahwa janji bisa ditepati tanpa harus berteriak. Di tengah arus politik yang sering bising dengan klaim pembangunan, langkah senyap seperti ini justru berbicara paling keras. Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan pemerintahan bukan pada seberapa banyak yang dijanjikan, tetapi pada seberapa dalam ia menyentuh kehidupan warganya. Dan di Ternate, pelayanan kesehatan yang menyeberang laut adalah bukti bahwa janji itu benar-benar telah berlayar.

Oleh:
Abdullah Karmadi – Pegiat Literasi

Delangi Indonesia.com
Editor
Delangi Indonesia.com
Reporter