Delangi.com – Sebanyak 249 kepala desa dan 30 camat dari Kabupaten Halmahera Selatan resmi diberangkatkan menuju Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, untuk mengikuti Retret Pemerintahan yang digelar pada Sabtu (11/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan aparatur pemerintahan dalam rangka menyelaraskan visi dan misi pemerintah pusat dan daerah, sebagaimana kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menginstruksikan seluruh kepala daerah terpilih mengikuti kegiatan serupa di Magelang.
Langkah tersebut menjadi komitmen Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam mewujudkan visi pembangunan berbasis Agro Maritim.
Dalam sambutannya sebelum pemberangkatan, Bupati Bassam Kasuba mengatakan bahwa kegiatan retret di Jatinangor bukan hanya sekadar pembinaan aparatur, melainkan momentum penting untuk menata ulang arah birokrasi pemerintahan Halmahera Selatan.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintahan Halmahera Selatan. Retret bukan sekadar pelatihan aparatur, tetapi refleksi arah baru birokrasi Halsel — birokrasi yang berkarakter, berjiwa pamong, dan berorientasi pada pelayanan publik yang humanis,” ujar Bassam Kasuba.
Sementara itu, Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran kolektif bagi para pemimpin di tingkat desa dan kecamatan untuk memperkuat integritas dan semangat pelayanan.
“Kami ingin seluruh kepala desa dan camat memiliki kesamaan cara pandang terhadap pembangunan daerah. Retret ini menjadi wadah pembentukan mental pamong yang melayani, bukan dilayani,” ungkap Helmi.
Helmi juga berharap agar seluruh peserta retret dapat menerapkan hasil kegiatan dalam praktik pemerintahan sehari-hari, terutama dalam tata kelola keuangan desa, pelayanan publik, dan penguatan kapasitas masyarakat.
“Semangat reformasi birokrasi harus hidup hingga di tingkat desa. Kami ingin aparatur pemerintahan menjadi motor penggerak kemajuan, bukan sekadar pelaksana administrasi,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Joronga (PB IPMAJO), Sahri Yunus, turut memberikan apresiasi atas langkah Pemkab Halmahera Selatan. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sumber daya aparatur yang berintegritas dan profesional.
“Kami berharap pasca retret ini, para kepala desa dan camat mampu menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat meningkat, penyalahgunaan dana bisa diminimalisir, dan pembangunan desa dapat berjalan berkelanjutan,” ujar Sahri.
Sahri menambahkan, semangat yang dibangun melalui retret ini harus menjadi fondasi bagi pemerintah desa untuk bekerja dengan hati, menjunjung tinggi integritas, dan menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap kebijakan pembangunan.
Kegiatan retret di Jatinangor ini diharapkan menjadi tonggak perubahan kultur birokrasi di Halmahera Selatan, menuju pemerintahan yang lebih terbuka, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.



Tinggalkan Balasan