Delangi.com – Yaumul Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate yang ke LXI Tahun. Tetap Hijau dan mekar ditengah-tengah kerusakan ekologis yang marak di Maluku Utara.
Pada, Milad HMI Cabang Ternate kali ini, menjadi momen introspeksi mendalam bagi seluruh Anggota yang pernah berikrar sebagai kader HMI. Bukan sekadar ritual tahunan yang kehilangan substansi.
HMI cabang ternate sedang berada di tepi “jurang yang curam” antara memilih untuk bertransformasi dan meraih kembali relevansinya, atau tetap terjebak dalam zona nyaman yang pada akhirnya akan mengantarkan pada kepunahan peran historisnya.
HMI yang didirikan oleh Lafran Pane pada 14 Rabiul Awal 1366 H. Memiliki track record gemilang sebagai kekuatan intelektual dan moral bangsa. Organisasi yang pernah melahirkan tokoh-tokoh di bangsa ini, kini seolah terjebak dalam romantisme masa lalu.
Di usia HMI Cabang Ternate yang ke-61 Tahun ini, semestinya menjadi medium konsolidasi untuk mengambil sikap kebijaksanaan yang mendasar bagi organisasi.
Tidak dapat dipungkiri juga, bahwa HMI mengalami fragmentasi internal yang cukup serius. Sehingga, Milad ini menjadi momentum yang tepat untuk mengkonsolidasikan seluruh kader HMI baik dari Pengurus BADKO Malut, ALUMNI, Pengurus Cabang dan Komisariat untuk penyelesaian konflik internal yang kurang-lebih sudah berjalan 7 bulan ini. Namun, tak kunjung menemukan Gerbang Solusi yang solutif untuk menghapus dosa-dosa senioritas yang menanam bibit-bibit perpecahan dalam tubuh organisasi hijau-hitam kita cintai ini. Hal ini, tentu saja kontraproduktif dengan semangat persatuan yang seharusnya menjadi ruh perjuangan Himpunan Mahasiswa Islam.
Perpecahan dalam internal HMI ini, telah melemahkan daya dorong organisasi di tingkat HMI cabang Ternate, fragmentasi ini berimplikasi pada lemahnya koordinasi dan visi bersama untuk membangun kader umat dan kader bangsa di era kekinian.
Belum lagi HMI diperhadapkan dengan kondisi eksternal, yang patut kiranya diakui bahwa kehidupan di semua aspek sosial yang multi problem terus menuntut kader HMI sebagai kader Umat dan Bangsa turut mengambil posisi dan peran baik secara institusional maupun secara personal dalam mengawal dan mengarahkan sistem sosial yang lebih baik dan ideal demi tercapainya cita-cita luhur Himpunan Mahasiswa Islam.
Apalagi, Kota Ternate yang merupakan pusat perdagangan rempah bersejarah dan kini Maluku Utara berkembang sebagai gerbang Indonesia Timur. HMI Cabang Ternate di usia yang ke-61 tahun ini, seharusnya mampu menjadi pioneer dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan khittah perjuangannya. Namun, yang terjadi adalah stagnasi pemikiran yang terselubung dalam jargon-jargon keislaman yang terdengar megah namun hampa makna.



Tinggalkan Balasan