Delangi.com – Selamat Milad HMI CABANG TERNATE Yang ke-61 thn, HMI Cabang Ternate memiliki sejara panjang perjuangan terhadap Maluku utara, di usia yang panjang ini semoga cita-cita dan harapan kader HMI se-Cabang Ternate bisa di lihat oleh Pengurus Besar HMI.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi Islam tertua di Indonesia yang didirikan oleh Lafran Pane pada tanggal 5 Februari 1947 atau bertepatan dengan 14 Rabbiul Awal 1366 H. Organisasi pasti punya tempat pendiriannya, begitu juga HMI cabang Ternate yang didirikan di Kota Ternate Maluku utara pada tgl 15 Agustus 1964 H. HMI Cabang Ternate berusaha memenuhi basic need dan basic interest kader dengan penggemblengan yang tidak receh, karena mereka ingin menciptakan kader yang kokoh secara intelektual, emosional, dan kepekaan terhadap sosial melalui pemikiran ke-Islaman dan ke-Indonesiaannya.
Pada tanggal 15 Agustus 2025, HMI Cabang Ternate menginjak usia yang ke 61 tahun. Pada dasarnya, Usia organisasi lebih lama daripada usia anggotanya karena mereka dapat masuk keluar dari organisasi. Perjalanan organisasi tidak akan mulus, semakin organisasi menunjukkan eksistensinya, maka serangan secara internal dan eksternal pasti adanya.
Kini, HMI Cabang Ternate pun menuai banyak konflik di dalam usianya yang kini menua. Dari mulai masalah melobby, hingga sampai domain perpolitikan. Melihat HMI secara hierarki, HMI dimulai dari akar rumput, yakni Komisariat, Cabang, Badko, hingga PB. Sudah menjadi rahasia umum jika orang lain mengetahui bahwa Pengurus Besar (PB) HMI mengalami sala satu dekdrasi pemikiran ke-Islaman dan ke-Indonesia an.
Menurut Pramoedya Ananta Toer di dalam bukunya yang berjudul Rumah Kaca, dia menyebutkan bahwa orang menjadi besar karena tindakannya besar, pikirannya besar, jiwanya besar. Tetapi, kini Pengurus Besar yang menjadi puncak tertinggi hierarki menyeleweng dengan apa yang menjadi tujuan organisasi. Menurut pasal 4 Anggaran Dasar HMI, tujuannya adalah Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Secara jenjang perkaderan, memang Pengurus Besar harus LK III atau bisa disebut Advance Training sebagai syarat untuk mengisi jabatan struktural. Realitasnya, mereka duduk di kursi panas dengan bermain politik seenaknya sehingga kader di Komisariat mengalami banyak keresahan mengenai PB yang mencari keuntungan di organisasi.
Di dalam usia HMI Cabang Ternate yang kini suda 61 thn, kader-kader HMI seakan-akan lupa arah perjuangan yang telah di bawahkan sosok pejuang sejati yakni ayahanda Yusuf Abdurahman, kehadiran HMI Cabang Ternate di Maluku Utara pada khususnya berada di Kota Ternate tidak terlepas juga dari sejara berdirinya Universitas Khairun Ternate, maka dari pada itu sudah sejatinya dan selayaknya seluruh kader HMI Cabang Ternate harus menjaga marwah perjuangan organisasi HMI cabang Ternate.
Pengurus Besar HMI suda seharusnya melihat dan bahkan harus tau sejarah HMI Cabang Ternate, karena HMI Cabang Ternate sanggat memberikan konstribusi besar terhadap pembangunan di Maluku Utara.



Tinggalkan Balasan