Delangi.com – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyerahkan cenderamata istimewa berupa sebuah buku sejarah pada rangkaian welcome dinner Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang digelar di Yogyakarta, Selasa (5/8/2025). Buku tersebut meneguhkan identitas Ternate sebagai kota rempah, kota yang pernah mengubah jalannya sejarah dunia melalui kekayaan komoditasnya.
Buku ini mengisahkan peran strategis Ternate dalam gugusan Kepulauan Maluku, yang berada di pusat aliansi dagang antara Spanyol, Maluku, dan Sulawesi. Narasi di dalamnya memuat detail sejarah, termasuk Perjanjian Tordesillas yang membagi dunia menjadi wilayah penguasaan Spanyol dan Portugis, hingga perjalanan bangsa Portugis yang tiba di Ternate pada 1512 setelah menaklukkan Kesultanan Melayu di Malaka. Sementara itu, Spanyol baru menemukan Tidore sepuluh tahun kemudian, pada 1521.
Tak hanya itu, buku ini menyingkap babak-babak konflik besar, mulai dari persaingan sengit Portugis dan Spanyol, masuknya VOC, hingga ketegangan dengan Kesultanan Ternate pada puncak kejayaan perdagangan rempah. Di dalamnya, rempah digambarkan bukan sekadar komoditas, tetapi juga simbol dengan latar cerita yang kaya: dari romantisme, aroma erotisme, hingga nuansa magis yang konon mampu mengubah dunia.



Tinggalkan Balasan