Ternate, Delangi.com – Wakil Presiden BEM Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Hasbullah Syarief, mendesak rektor baru UMMU untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap fasilitas dan sistem pengelolaan kampus.

‎Dalam keterangannya, Hasbullah menegaskan bahwa perbaikan fasilitas merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda. Ia bahkan memperingatkan, jika tidak ada langkah konkret dari pihak rektorat, mahasiswa akan menggelar aksi besar sebagai bentuk protes.

‎“Kami berharap rektor baru segera memperbaiki fasilitas kampus. Jika tidak ada perubahan, maka BEM FATEK UMMU akan melakukan gerakan besar di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara,” tegasnya.

‎Ia menyebut, keluhan mahasiswa terkait mahalnya biaya sarana dan prasarana selama ini tidak mendapat respons serius dari pihak kampus. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat mahasiswa merasa tidak dihargai sebagai bagian dari civitas akademika Muhammadiyah.

‎“Pertemuan demi pertemuan sudah dilakukan, tetapi suara mahasiswa tidak kunjung direspons. Ini bukan sekadar keluhan, melainkan akan menjadi gelombang massa sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kampus,” ujarnya.

‎Mahasiswa UMMU melalui BEM FATEK juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada rektor baru, di antaranya:
1. ‎Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem birokrasi kampus

2. Memperbaiki fasilitas kampus

3. ‎Menurunkan biaya sarana dan prasarana

4. Mewujudkan transparansi anggaran KKSD

5. ‎Melibatkan mahasiswa dan dosen dalam pengambilan keputusan

6. ‎Memberikan kejelasan terkait penggunaan aula lama

7. ‎Menghentikan dugaan penggelapan biaya akademik

8. ‎Menindak dosen yang tidak menjalankan kewajiban mengajar

9. Menjamin kebebasan berpendapat melalui mimbar bebas

10. ‎Menurunkan biaya wisuda dan KKSD serta membuka transparansi anggarannya

11. ‎Menghentikan tindakan represif terhadap gerakan mahasiswa

‎Menanggapi tuntutan tersebut, pihak rektorat disebut telah menyampaikan komitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem birokrasi serta memperbaiki fasilitas kampus.

Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian antara lain toilet rusak, ruang kuliah yang tidak layak, serta minimnya sarana praktikum. Meski demikian, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal janji tersebut.

Mereka menyatakan siap melakukan aksi lanjutan apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata dari pihak kampus.

‎“Janji sudah disampaikan, sekarang kami menunggu bukti. Jika tidak ada perubahan, kami akan turun aksi,” tutup Hasbullah.

Delangi Indonesia.com
Editor
Delangi Indonesia.com
Reporter