Ternate, Delangi.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate menyoroti proses seleksi terbuka jabatan Direktur Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate periode 2026–2029 yang dinilai menyisakan sejumlah kejanggalan.
Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Ternate, Rizky Ramli, mengatakan pihaknya menemukan adanya peserta yang diloloskan dalam tahapan awal seleksi meskipun diduga tidak memenuhi persyaratan utama, terutama terkait pengalaman kerja minimal lima tahun di bidang manajerial pada perusahaan berbadan hukum sebagaimana tercantum dalam pengumuman panitia seleksi.
“Kami mencermati pengumuman seleksi dengan jelas bahwa pengalaman kerja minimal lima tahun merupakan syarat wajib. Namun, terdapat peserta yang tetap dinyatakan lolos sejak awal meskipun tidak memenuhi ketentuan tersebut,” ujar Rizky, Selasa (27/01/2026).
Selain persoalan persyaratan, HMI juga menyoroti aspek transparansi dalam proses penilaian. Menurut Rizky, nilai peserta tidak pernah diumumkan secara terbuka sejak tahap awal seleksi, dan baru disampaikan dalam bentuk hasil akhir.
“Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik. Mengapa penilaian tidak dibuka sejak awal tahapan seleksi, dan baru diketahui pada akhir proses. Padahal, keterbukaan penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” katanya.
Rizky menilai, pengelolaan perusahaan daerah yang bergerak di sektor pelayanan air bersih membutuhkan pimpinan yang memiliki pengalaman memadai serta pemahaman terhadap kondisi internal perusahaan.
“Pelayanan air bersih menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Jika dipimpin oleh figur yang minim pengalaman dan tidak memahami dinamika internal perusahaan, maka kualitas layanan dapat terdampak,” ujarnya.
HMI Cabang Ternate menyatakan akan terus mengawal proses penetapan Direktur dan Dewan Pengawas Perumda Ake Gaale. Mereka juga mendorong Panitia Seleksi dan Pemerintah Kota Ternate untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik guna menjamin akuntabilitas dan mutu pelayanan publik di Kota Ternate.



Tinggalkan Balasan