Halmahera Tengah, Delangi.com – Saat banyak daerah resah menghadapi pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026, Kabupaten Halmahera Tengah justru mengambil langkah berani. Di bawah kepemimpinan Bupati Ikram Malan Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil, tekanan fiskal hingga Rp480 miliar itu diubah menjadi momentum menata ulang arah pembangunan agar lebih efisien, produktif, dan berpihak pada rakyat.
“Bukan besar atau kecilnya TKD yang menentukan, tetapi bagaimana kita mengelolanya agar menjawab permasalahan daerah dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujar Ikram, Senin (03/11/2025).
Langkah cepat ini menegaskan karakter duet Ikram–Ahlan yang dikenal disiplin dan tak kenal waktu. Sejumlah ASN mengaku, keduanya kerap menuntaskan pembahasan RKA hingga larut malam, memastikan setiap rupiah anggaran bekerja untuk rakyat.
Pembahasan APBD 2026 kini diarahkan pada efisiensi, efektivitas, dan orientasi hasil. Program seremonial tanpa dampak nyata, seperti perjalanan dinas dan rapat tanpa luaran, akan dipangkas. Dana dialihkan untuk belanja publik strategis: jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, dan rumah layak huni.
Dengan latar belakang perencana nasional dan analis kebijakan publik, Ikram–Ahlan menegaskan bahwa efisiensi bukan soal penghematan, melainkan strategi memperbesar manfaat anggaran.
Langkah fiskal Halteng juga sejalan dengan visi dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Unggulan SMP 25 Weda, serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.
Selain itu, Halteng memperluas Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini menjangkau 67 persen warga, menjaga inflasi di bawah 1,2 persen, serta memperkuat Program Rumah Subsidi bagi MBR. Pendidikan gratis dari PAUD hingga SMA, beasiswa Halteng Pintar, dan bantuan token listrik untuk masyarakat kecil juga terus berjalan.
“Tekanan fiskal ini bukan hambatan, tapi tantangan untuk membuktikan bahwa Halteng bisa maju tanpa bergantung. Kita tidak boleh lelah berinovasi,” tutup Ikram.



Tinggalkan Balasan