Ternate, Delangi.com – Semangat literasi kembali menyala di Maluku Utara. Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bersama Orwil ICMI Maluku Utara menggelar diskusi buku bertajuk “Peran Cendekiawan Muslim Dalam Dakwah, Etika dan Transformasi Sosial di Era Digital”, Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Syamatira Café & Resto, Kelurahan Makassar Timur, Kota Ternate, itu dihadiri lebih dari seratus peserta, mayoritas kalangan muda yang haus ilmu dan inspirasi.
Dalam sambutan mewakili Ketua Umum Orwil ICMI Malut, Kasman Hi. Ahmad, Sekretaris Orwil ICMI Malut Herman Oesman menegaskan bahwa diskusi buku bukan sekadar rutinitas intelektual, tetapi bagian dari napas ICMI dalam menumbuhkan budaya berpikir kritis dan terbuka.
Herman yang juga sosiolog Maluku Utara itu menyelipkan refleksi menarik tentang semangat Sumpah Pemuda. Menurutnya, ada tiga nilai yang menjadi energi utama pergerakan pemuda kala itu: konektivitas, inklusivitas, dan martabat (dignity).
“Pemuda dulu bisa bersatu karena terhubung oleh konektivitas pikiran dan hati. Inklusivitas membuat mereka terbuka, dan martabat menjadi penanda perjuangan menuju kemerdekaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pemuda ICMI Malut, Zainal Abidin Marasabessy, menyebut buku ini sebagai bentuk deklarasi kaum muda dan intelektual untuk menegaskan peran cendekiawan di era digital yang penuh tantangan.
“Hampir seluruh peserta hari ini adalah anak muda. Ini bukan hanya sukses panitia, tapi bukti nyata bahwa semangat pemuda masih hidup,” tegasnya.
Diskusi kali ini menghadirkan dua sosok akademisi terkemuka, Prof. Gufran Ali Ibrahim dan Prof. Jubair Situmorang, yang diwakili oleh Dr. Abdul Rauf Wajo.
Buku yang menjadi topik diskusi merupakan kumpulan tulisan para anggota ICMI Maluku Utara, sebagian besar dosen di IAIN Ternate, yang menggali gagasan tentang bagaimana cendekiawan Muslim berperan dalam membangun etika, dakwah, dan perubahan sosial di tengah derasnya arus digitalisasi.
Dengan suasana santai namun sarat gagasan, diskusi ini menjadi ruang refleksi bagi generasi muda Malut untuk terus menyalakan api intelektual dan memperkuat peran cendekiawan di tengah masyarakat digital masa kini.



Tinggalkan Balasan