Halmahera Selatan, Delangi.com – Warga dari empat desa di wilayah Gane, Kabupaten Halmahera Selatan, kini menuntut kejelasan soal hasil panen kebun kelapa sawit seluas 250 hektar yang dikelola PT Gelora Mandiri Membangun (GMM) bekerja sama dengan Koperasi Gane.
Sudah tiga tahun kebun tersebut berproduksi, namun hingga kini masyarakat yang disebut sebagai penerima manfaat belum pernah menerima laporan maupun pembagian hasil panen.
“Dari awal kami dijanjikan kebun itu untuk masyarakat melalui koperasi. Tapi sejak panen pertama sampai sekarang, tidak ada laporan, tidak ada pembagian,” ungkap salah satu warga Gane dengan nada kecewa.
Berdasarkan perhitungan warga, nilai panen sawit dari lahan 250 hektar selama tiga tahun terakhir bisa mencapai sekitar Rp9 miliar. Jumlah itu dinilai cukup besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara transparan.
Sayangnya, baik pihak PT GMM maupun Koperasi Gane belum memberikan penjelasan resmi terkait kemana hasil panen tersebut mengalir dan mengapa belum ada pembagian untuk warga.
“Kami tidak menuduh siapa pun, tapi kami butuh kejelasan. Jangan sampai hasil sawit rakyat hilang begitu saja,” tegas warga lainnya.
Warga kini mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan audit terbuka terhadap pengelolaan kebun sawit tersebut. Kasus ini pun mulai menjadi sorotan publik di Halmahera Selatan, seiring meningkatnya desakan agar PT GMM bersikap transparan dan bertanggung jawab atas pengelolaan hasil kebun yang melibatkan masyarakat empat desa di wilayah Gane.



Tinggalkan Balasan