Ternate, Delangi.com – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menggelar Rapat Koordinasi Regional di Kota Ternate, Maluku Utara. Forum ini menjadi momentum penting bagi para alumni HMI kawasan timur Indonesia untuk membahas isu-isu strategis, mulai dari disparitas pembangunan hingga peran KAHMI dalam mengawal kebijakan nasional.
Presidium KAHMI Wilayah Maluku Utara, Ishak Naser, menegaskan bahwa pemilihan Ternate sebagai tuan rumah bukanlah keputusan tanpa alasan. Menurutnya, KAHMI Nasional memiliki kepekaan terhadap persoalan ketimpangan pembangunan antara wilayah barat dan timur, termasuk di Maluku dan Papua.
“KAHMI nasional sangat peka. Kita tahu bersama bagaimana disparitas pembangunan antara wilayah Indonesia barat dan timur, maupun ketimpangan di antara Maluku dan Papua. Karena itu, rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi alumni HMI untuk merumuskan sikap dan strategi bersama,” ungkap Ishak Naser.
Sementara itu, Ketua Panitia, Rahim Ode Yani, menyampaikan bahwa sejak ditetapkannya Ternate sebagai tuan rumah, pihaknya langsung bergerak cepat menyiapkan agenda tersebut. Baginya, forum ini bukan sekadar legitimasi kepercayaan, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral kader HMI untuk bangsa.
“Bagi kami, rapat koordinasi regional ini bukan hanya legitimasi kepercayaan kepada KAHMI Maluku Utara, tetapi juga amanah yang harus dijalankan sebagai bagian dari kader umat dan bangsa,” tegas Rahim.
Dalam pertemuan ini, KAHMI menyoroti sejumlah isu utama, antara lain: penguatan demokrasi di daerah, optimalisasi pembangunan kawasan timur, serta penyelesaian konflik agraria yang masih marak terjadi.
KAHMI menegaskan posisinya sebagai mitra kritis pemerintah dalam mendorong kebijakan yang lebih adil dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat di kawasan timur. Pertemuan ini ditargetkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dijadikan acuan bersama, baik bagi pemerintah pusat maupun daerah.
Selain itu, forum ini juga diharapkan memperkuat jejaring antar-alumni HMI di kawasan timur, sehingga mampu menjadi kekuatan kolektif dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.



Tinggalkan Balasan