Ternate, Delangi.com – Pengurus Besar Pelajar-Mahasiswa Fagogoru Se-Indonesia (PB-PMFI) resmi kembali dideklarasikan setelah sempat mengalami kevakuman dalam beberapa tahun terakhir.

Kebangkitan organisasi ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali semangat kolektif mahasiswa Fagogoru untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di wilayah Maba, Patani, Weda, hingga Gebe Kamis, 06/05/2026.

PB-PMFI dibentuk sebagai kelanjutan dari semangat historis para alumnus mahasiswa Fagogoru, sekaligus menjadi wadah strategis dalam mempererat ukhuwah kekeluargaan antar mahasiswa Fagogoru di seluruh Indonesia, khususnya di Maluku Utara.

Organisasi ini juga menaungi dua organisasi tingkat kabupaten, yakni Sentral Organisasi Pelajar Mahasiswa Indonesia Halmahera Timur (SeOPMI Haltim) dan Himpunan Pelajar Mahasiswa wilayah Gebe-Weda dan Patani di Halmahera Tengah.

Deklarasi ini merupakan hasil dari pertemuan strategis yang digelar pada Rabu, 6 Mei 2026, yang melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa di bawah naungan Fagogoru.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesimpulan penting untuk bersama-sama mengawal berbagai persoalan krusial dan insidentil di Halmahera Tengah, Halmahera Timur, dan Gane.

Ketua Umum SeOPMI Halmahera Timur, Syahnakri Ciliu, menegaskan bahwa persoalan sosial-ekologis di wilayah Halteng dan Haltim tidak dapat dipandang sebelah mata. Ia menilai kehadiran PB-PMFI sebagai wadah perjuangan sangat mendesak.

“Persoalan sosial-ekologis di dua kabupaten ini tidak bisa dipandang biasa. Kita membutuhkan wadah strategis yang mampu mengakomodasi seluruh mahasiswa Fagogoru untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan ini. PB-PMFI adalah kendaraan perjuangan yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Pulau Gebe, Muna Muhamma, menyampaikan bahwa PB-PMFI tidak hanya berfungsi sebagai wadah perjuangan, tetapi juga sebagai jembatan untuk menghubungkan kembali relasi kekeluargaan mahasiswa dan masyarakat Fagogoru yang sempat mengalami kesenjangan dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Ketua Umum Mahasiswa Weda, Gufran Alimudin, menekankan pentingnya persatuan mahasiswa Fagogoru dalam satu ruang strategis guna memperkuat koordinasi dan konsolidasi gerakan.

Dalam forum tersebut, selain deklarasi organisasi, juga ditetapkan struktur kepengurusan sementara PB-PMFI. Suryanto Rauf ditunjuk sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Umum, didampingi Gufran Alimudin sebagai Sekretaris Jenderal dan Sirkayani Mali sebagai Bendahara Umum. Kepengurusan ini akan bertugas melengkapi administrasi serta melakukan konsolidasi organisasi ke depan.

Pjs Ketua Umum PB-PMFI, Suryanto Rauf, menjelaskan bahwa pembentukan organisasi ini bertujuan untuk merespons berbagai persoalan yang terjadi di wilayah Fagogoru, termasuk mendorong pengungkapan motif dan aktor intelektual di balik kasus pembunuhan yang terjadi di daratan tersebut.

Ia juga mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara, DPRD, serta Polda Maluku Utara untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami mengajak seluruh keluarga besar mahasiswa Fagogoru untuk bersama-sama terlibat dalam kerja-kerja kemanusiaan. Ini adalah perjuangan untuk mengembalikan harkat dan martabat masyarakat Fagogoru.

Kita punya kekuatan historis dan kebudayaan, tinggal bagaimana kita memaksimalkannya menjadi kekuatan tawar dalam menjawab persoalan daerah,” tegasnya.

Dengan deklarasi ini, PB-PMFI diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam mengonsolidasikan kekuatan mahasiswa Fagogoru serta memperjuangkan kepentingan masyarakat secara lebih terorganisir dan berkelanjutan.

Delangi Indonesia.com
Editor
Delangi Indonesia.com
Reporter