‎Ternate, Delangi.com – Pengurus Sentral Organisasi Pelajar Mahasiswa Indonesia (SeOPMI) Halmahera Timur Maluku Utara (Hal-Tim Malut) periode 2025–2026 menggelar Seminar Nasional (SEMNAS) SeOPMI 2026 yang berlangsung di Asrama Haji Kota Ternate, Rabu (12/02/2026).

‎Kegiatan ini menjadi agenda perdana kepengurusan baru SEOPMI Hal-Tim Malut dan dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara sebagai tamu undangan, tiga narasumber akademisi, alumni, hingga kader SeOPMI dari berbagai kampus di Kota Ternate.

‎Seminar nasional ini mengangkat isu-isu strategis yang relevan dengan kondisi daerah dan perkembangan keilmuan kontemporer. Kehadiran para akademisi diharapkan mampu memperkaya perspektif peserta sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam merespons dinamika sosial serta kebijakan publik di Maluku Utara.

Ketua Umum SeOPMI Hal-Tim, Syanakri Ciliu dalam sambutannya menegaskan bahwa SEMNAS 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang konsolidasi gagasan dan penguatan kapasitas intelektual kader.

‎Ia menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa untuk bangsa, sekaligus melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu dan tokoh-tokoh yang melawan kolonialisme.

Dalam sambutannya, ia juga mengangkat kisah perjuangan Salahudin Bin Talabudin pejuang dari Patani sebagai simbol perlawanan rakyat Maluku Utara terhadap penjajahan.

‎Selain itu, Ketua Umum SeOPMI Hal-Tim Malut menyoroti berbagai kasus kriminalisasi warga yang masih terus terjadi hingga hari ini, seperti kasus 11 warga Maba Sangaji serta pemanggilan terhadap 14 warga Sagea Kiya yang menolak aktivitas pertambangan dan dipanggil oleh Polda Maluku Utara.

Ia menekankan pentingnya keberpihakan negara terhadap rakyat yang mempertahankan ruang hidupnya, serta meminta perhatian serius dari Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara terhadap persoalan-persoalan tersebut.

‎Sementara itu, Ketua Panitia SEMNAS SeOPMI 2026 menjelaskan bahwa kegiatan ini dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat, namun dilaksanakan dengan komitmen penuh dari seluruh panitia dan pengurus.

‎Ia juga menambahkan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi, terlihat dari jumlah peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kota Ternate.

Kehadiran perwakilan Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara, Ibu Nazla Uhra Kasuba dalam kegiatan ini menjadi perhatian tersendiri. Partisipasi Komisi I dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap ruang-ruang diskusi ilmiah yang digagas mahasiswa, sekaligus membuka peluang sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga legislatif.

‎Tiga narasumber akademisi yang hadir dalam seminar ini merupakan figur dengan kapasitas dan rekam jejak keilmuan yang kuat di bidangnya masing-masing, yakni Dr. Syahrir Ibnu, dosen Antropologi Universitas Khairun, Dr. Muamil Sunan, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun, serta MHR Shika Songge, peneliti dari CIDES (Center for Information and Development Studies).

‎Paparan para narasumber menyoroti berbagai persoalan aktual serta menawarkan pendekatan ilmiah dalam membaca tantangan pembangunan daerah.

Suryanto Rauf, yang mewakili alumni SeOPMI, turut menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan SEMNAS SEOPMI 2026. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk menjaga tradisi intelektual organisasi sekaligus mempererat hubungan antara kader aktif dan alumni.

Melalui kegiatan Seminar Nasional ini, SeOPMI Hal-Tim Malut menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah yang berbasis gagasan dan keilmuan.

‎Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta yang berlangsung dinamis dan penuh antusiasme.

Delangi Indonesia.com
Editor
Delangi Indonesia.com
Reporter