Halmahera Selatan, Delangi.com – Kerusakan parah pada jalan lingkar yang menghubungkan Desa Babang dan Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menuai keluhan warga.
Infrastruktur yang seharusnya menjadi jalur vital justru berubah menjadi hambatan serius, terutama dalam kondisi darurat kesehatan.
Situasi ini terlihat jelas dalam peristiwa terbaru ketika seorang warga dalam kondisi kritis harus dirujuk ke rumah sakit di pusat kabupaten.
Proses evakuasi berlangsung sulit karena kendaraan medis tidak dapat melintas dengan lancar akibat lubang besar dan badan jalan yang rusak berat.
Akibatnya, waktu tempuh menjadi jauh lebih lama dari seharusnya, sehingga meningkatkan risiko terhadap keselamatan pasien.
Kepala Puskesmas Yaba, Masni Ayub, dilaporkan turun langsung memimpin proses rujukan di tengah keterbatasan sarana transportasi, kondisi jalan yang rusak, serta cuaca ekstrem.
Warga setempat pun menyampaikan kekecewaan mereka terhadap lambannya perhatian pemerintah.
Menurut mereka, jalan Babang-Yaba merupakan jalur utama yang sangat menentukan keselamatan warga, khususnya ketika membutuhkan penanganan medis darurat di Labuha.
Meski Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas PUPR disebut tengah melaksanakan sejumlah proyek peningkatan jalan pada tahun anggaran 2025–2026, masyarakat Bacan Barat Utara menilai wilayah mereka belum menjadi prioritas.
Warga mendesak agar jalur Babang-Yaba segera mendapat perhatian serius guna mencegah jatuhnya korban jiwa akibat keterlambatan akses transportasi.
Selain berdampak pada layanan kesehatan, kerusakan jalan tersebut juga memukul aktivitas ekonomi masyarakat.
Jalur ini selama ini menjadi sarana utama distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga menuju pusat-pusat perdagangan di wilayah perkotaan.


Tinggalkan Balasan