Jakarta, Delangi.com- Tahapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mulai dilaksanakan dengan pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari hotel-hotel di Makkah menuju Arafah pada Senin (25/5/2026).
Proses keberangkatan dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dimulai pukul 07.00 hingga 11.00 waktu Arab Saudi (WAS).
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi 2026, Syarif Rahman, menjelaskan bahwa pemberangkatan trip pertama dimulai sejak pagi hari untuk memastikan mobilisasi jemaah berjalan lancar.
Selanjutnya, gelombang kedua dijadwalkan berlangsung mulai pukul 11.30 sampai 16.00 WAS. Sementara gelombang ketiga akan diberangkatkan pada pukul 16.30 hingga 21.00 WAS. Seluruh jemaah ditargetkan sudah tiba di Arafah pada malam 8 Dzulhijjah.
Dalam pelaksanaan Armuzna, jemaah juga dibagi ke dalam dua kategori, yakni murur dan non-murur. Jemaah murur hanya melintas dan bermalam di Muzdalifah tanpa turun dari bus, sedangkan jemaah non-murur akan mabit langsung di Muzdalifah pada malam 10 Zulhijjah.
Usai dari Muzdalifah, jemaah kemudian diberangkatkan ke Mina dengan dua skema. Sekitar 20 ribu jemaah yang mengikuti program tanazul akan langsung kembali ke hotel setelah pelaksanaan tertentu, sementara jemaah lainnya akan bermalam di Mina hingga 13 Zulhijjah.
Baik jemaah yang mengikuti tanazul maupun yang mabit di Mina tetap menjalankan lempar jumrah aqabah pada 10 Zulhijjah, kemudian melanjutkan lempar jumrah ula, wustha, dan aqabah selama hari tasyrik. Jemaah yang memilih nafar awal akan menyelesaikan rangkaian ibadah pada 12 Zulhijjah, sedangkan nafar tsani hingga 13 Zulhijjah.


Tinggalkan Balasan