Jakarta, Delangi.com – Sejarawan asal Maluku Utara, Mustafa Mansur, meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) Tahun 2025 yang diberikan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Mustafa dinobatkan sebagai penerima penghargaan dalam kategori Pelopor dan/atau Pembaharu atas dedikasinya dalam menghidupkan kembali sejarah dan institusi budaya Kerajaan Loloda.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan negara terhadap upaya intelektual dan kultural Mustafa Mansur dalam merevitalisasi Kerajaan Loloda, sebuah entitas sejarah penting di Maluku Utara yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam narasi besar sejarah Nusantara. Kerajaan Loloda diketahui kerap tenggelam di balik dominasi Kesultanan Ternate dan tidak tercatat dalam perserikatan Moloku Kie Raha.

Tim Penilai Anugerah Kebudayaan Indonesia menilai langkah Mustafa Mansur sebagai bentuk pembaruan budaya yang signifikan. Upaya tersebut tidak hanya sebatas pelestarian sejarah, tetapi juga mengembalikan kepingan penting yang hilang dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam Malam Apresiasi AKI yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Rabu (17/12/2025).

Kementerian Kebudayaan menilai kiprah Mustafa Mansur mencerminkan semangat kepeloporan dalam menggali dan memperkuat identitas budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan nasional. Melalui kerja akademik dan kulturalnya, Mustafa dinilai berhasil mengangkat kembali narasi sejarah yang terpinggirkan.

Mustafa Mansur tercatat sebagai satu-satunya penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 yang berasal dari Provinsi Maluku Utara. Prestasi tersebut diharapkan dapat mendorong munculnya inisiatif serupa di berbagai daerah untuk menelusuri, merawat, dan mengakui warisan sejarah lokal sebagai fondasi kebudayaan bangsa.

Delangi Indonesia.com
Editor
Delangi Indonesia.com
Reporter