Halmahera Barat, Delangi.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Halmahera Barat memicu banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah titik.
Bencana tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia akibat longsor di Kecamatan Loloda pada Rabu (07/01/2025).
Informasi yang diperoleh menyebutkan, kedua korban ditemukan di lokasi longsor di Desa Kedi. Meski demikian, keduanya diketahui merupakan warga Desa Soasio yang letaknya berdekatan dengan desa tersebut.
Seorang warga Desa Soasio, Meldi Trisilia Legu, mengatakan peristiwa longsor terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIT. Suara gemuruh tanah yang cukup keras sempat mengejutkan dan membangunkan warga sekitar.
“Longsor terjadi sekitar pukul dua dini hari. Baru pada pagi hari diketahui ada dua korban meninggal dunia,” kata Meldi.
Ia menjelaskan, korban terdiri atas seorang siswi kelas VI sekolah dasar dan seorang perempuan lanjut usia. Keduanya merupakan warga Desa Soasio, namun tertimbun material longsor di wilayah Desa Kedi.
Pasca kejadian, warga yang bermukim di sekitar lokasi bencana memilih mengungsi ke rumah kerabat dan warga lain yang dinilai lebih aman dari ancaman longsor maupun banjir susulan.
Meldi berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, khususnya Bupati Halbar, segera turun tangan membantu warga terdampak. Menurutnya, rumah korban tertimbun material longsor dan keluarga korban sangat membutuhkan bantuan darurat.
“Rumah korban tertimbun tanah. Kami sangat membutuhkan bantuan berupa makanan dan pakaian,” ujarnya.
Selain menelan korban jiwa, banjir bandang dan tanah longsor tersebut juga menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, baik berat maupun ringan. Sebuah pastori gereja yang ditempati pendeta setempat turut dilaporkan mengalami kerusakan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di wilayah Loloda dan sekitarnya masih berpotensi hujan. Warga berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah dan pihak terkait guna mencegah dampak lanjutan.


Tinggalkan Balasan