Ternate, Delangi.com- Pasangan calon nomor urut 02, M. Tamhier Tamrin dan Rujia Amir, resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun periode 2026–2027. Keduanya ditetapkan sebagai pemenang setelah unggul tipis dalam pemilihan yang berlangsung di Ruang Widi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun, Kamis (18/6).
Berdasarkan hasil penghitungan suara, pasangan M. Tamhier Tamrin dan Rujia Amir memperoleh 8 suara, unggul satu suara atas pasangan nomor urut 01, Amelia La Ode Uji dan Ridwan Saban, yang memperoleh 7 suara. Selisih tipis tersebut menandai ketatnya kontestasi sekaligus menjadi penentu lahirnya kepemimpinan baru di tubuh BEM FIB UNKHAIR.
Pemilihan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Mahasiswa Fakultas (KPMF) FIB UNKHAIR berlangsung dengan partisipasi perwakilan mahasiswa dari seluruh himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Sejak dimulainya pemungutan suara hingga proses penghitungan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan kondusif.
Ketua KPMF FIB UNKHAIR, Arju Duwila, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan jalannya pemilihan. Menurutnya, proses demokrasi yang berlangsung hingga tahap penetapan hasil merupakan bukti bahwa mahasiswa FIB mampu menjaga iklim demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta pemilihan, tim sukses kedua pasangan calon, para pemilih, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi menjaga proses ini tetap berjalan dengan baik. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi persatuan mahasiswa harus tetap menjadi yang utama setelah pemilihan berakhir,” ujar Arju.
Terpilihnya pasangan nomor urut 02 mengakhiri seluruh tahapan demokrasi mahasiswa yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi amanah baru bagi M. Tamhier Tamrin dan Rujia Amir untuk memimpin organisasi eksekutif mahasiswa tertinggi di lingkungan FIB UNKHAIR selama satu periode ke depan.
Kepemimpinan M. Tamhier Tamrin dan Rujia Amir nantinya akan berjalan di bawah panji Kabinet Resurgence. Mengusung makna kebangkitan kembali, kabinet ini diharapkan menjadi simbol lahirnya energi baru dalam gerakan mahasiswa FIB UNKHAIR. Di tengah berbagai tantangan organisasi kemahasiswaan, Resurgence hadir dengan cita-cita mengembalikan BEM sebagai ruang gagasan, pengabdian, dan perjuangan yang dekat dengan kebutuhan mahasiswa.
Gagasan tersebut lahir dari keinginan untuk memperkuat kembali peran organisasi mahasiswa sebagai wadah yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga mampu menjadi ruang pengembangan intelektual, penguatan solidaritas, serta penyambung aspirasi mahasiswa di lingkungan kampus. Melalui semangat Resurgence, kepemimpinan baru BEM FIB diharapkan mampu membangun organisasi yang lebih aktif, progresif, dan responsif terhadap berbagai persoalan mahasiswa.
Menanggapi kemenangan tersebut, Ketua BEM FIB UNKHAIR terpilih, M. Tamhier Tamrin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh tim pengusung, relawan, dan pihak-pihak yang telah bekerja selama proses pencalonan hingga pemungutan suara.
“Pertama-tama kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa FIB yang telah mempercayakan amanah ini kepada kami. Terima kasih juga kepada seluruh tim pengusung, relawan, sahabat perjuangan, serta semua pihak yang telah bekerja, berkorban waktu, tenaga, dan pikiran selama proses ini berlangsung. Kemenangan ini bukan kemenangan individu, melainkan kemenangan bersama dan amanah yang harus kami pertanggungjawabkan,” ujar Tamhier.
Ia menegaskan bahwa setelah berakhirnya kontestasi, tidak ada lagi sekat antara pendukung maupun bukan pendukung. Menurutnya, seluruh mahasiswa memiliki peran yang sama dalam membangun BEM FIB ke depan.
“Pemilihan telah selesai. Saatnya kita bersatu dan bergerak bersama. Kabinet Resurgence tidak akan menjadi milik kelompok tertentu, tetapi menjadi rumah bersama bagi seluruh mahasiswa FIB. Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya demi menghadirkan BEM yang lebih hidup, lebih progresif, dan lebih dekat dengan kebutuhan mahasiswa,” lanjutnya.
Kemenangan yang ditentukan oleh selisih satu suara menunjukkan tingginya dinamika demokrasi di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Di sisi lain, hasil tersebut juga menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang akan datang memiliki tanggung jawab besar untuk merangkul seluruh elemen mahasiswa, termasuk mereka yang memiliki pilihan berbeda dalam proses pemilihan.
Dengan berakhirnya proses pemilihan, perhatian mahasiswa kini tertuju pada masa transisi kepemimpinan dan pembentukan Kabinet Resurgence yang akan menjalankan roda organisasi selama periode 2026–2027. Publik mahasiswa menaruh harapan agar kepemimpinan baru mampu menghadirkan terobosan, memperkuat budaya akademik, serta memastikan BEM FIB UNKHAIR tetap menjadi organisasi yang relevan dan berpihak pada kepentingan mahasiswa.
Terpilihnya M. Tamhier Tamrin dan Rujia Amir tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan, tetapi juga membuka babak baru perjalanan gerakan mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Setelah mandat diberikan melalui proses demokrasi, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa semangat Resurgence dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh mahasiswa FIB UNKHAIR.


Tinggalkan Balasan