Halmahera Selatan, Delangi.com – Gerakan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Gane Barat Utara (GPM Garut) mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar lebih serius menangani persoalan infrastruktur di wilayah Gane Barat Utara. Desakan ini muncul bersamaan dengan pelaksanaan Open Turnamen Bupati Cup IV Tahun 2025 yang digelar di Desa Tokaka, Kecamatan Gane Barat Utara, pada Senin (13/10/2025).

Kabid Kaderisasi GPM Garut, Wahyudi Jufri, menyoroti kondisi Dermaga Tude di Desa Tokaka yang nyaris ambruk dan dinilai membahayakan warga. Menurut hasil investigasi lapangan yang dilakukan pihaknya, sejumlah material penopang dermaga seperti tiang dan papan dasar sudah rapuh dan tidak layak digunakan.

“Jika tidak segera diperbaiki, dermaga itu benar-benar tidak layak dipakai. Ini bukan sekadar soal fasilitas, tapi soal keselamatan warga,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, pemerintah daerah harus segera turun tangan untuk melakukan perbaikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain dermaga, GPM Garut juga menyoroti sejumlah persoalan serupa di wilayah lain, khususnya akses jembatan penghubung antar-desa di Gane Barat Utara.

Tampak Dermaga Tude Desa Tokaka Kecamatan Gane Barat Utara Kabupaten Selatan Ambruk.

Menurut Wahyudi, jembatan penyeberangan antara Desa Dolik–Suka Damai, Moloku–Samo, dan Moloku–Nurjihad perlu segera dibangun karena menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat. Ia menilai DPRD Halmahera Selatan, terutama yang berasal dari dapil Gane, seharusnya memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memperjuangkan persoalan tersebut.

“Belum lama ini, ada warga yang hampir terbawa arus banjir karena jembatan penghubung tak kunjung dibangun. Ini sangat berisiko jika tidak segera ditangani,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal GPM Garut, Ary Ramdani, menambahkan bahwa perhatian pemerintah provinsi juga diperlukan, khususnya dalam pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Ia menyoroti kondisi ruas jalan Saketa–Dehepodo, yang merupakan penghubung antara Kabupaten Halmahera Selatan dan Kota Tidore Kepulauan, namun hingga kini belum tersentuh pembangunan berarti.

“Ruas jalan Saketa–Dehepodo seolah hanya dijadikan bahan kampanye atau janji politik semata. Banyak pejabat publik sebelumnya sudah menyatakan komitmen membangun infrastruktur di wilayah Gane, tapi realisasinya nihil,” kata Ary.

Menurutnya, jalan dan jembatan bukan hanya sarana transportasi, melainkan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan pedalaman Gane Barat Utara. Ia berharap, Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Basam Kasuba dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjondronegoro Laos dapat menindaklanjuti persoalan ini dengan kebijakan konkret.

“Kami meminta Pemkab dan Pemprov tidak menutup mata. Infrastruktur yang layak adalah hak masyarakat dan menjadi dasar kemajuan ekonomi di Gane Barat Utara,” tegas Ary.

Delangi Indonesia.com
Editor
Delangi Indonesia.com
Reporter