Labuha, Delangi.com- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri jenis Dexlite yang mulai berlaku belakangan ini mendapat sorotan dari Dewan Pimpinan Unit (DPU) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Gane, Kabupaten Halmahera Selatan.
Ketua DPU Organda Gane, M. Tambipesy atau yang akrab disapa Memet, menilai kebijakan tersebut semakin menambah beban para pelaku usaha angkutan barang di wilayah Gane yang selama ini mengandalkan BBM non-subsidi untuk operasional kendaraan mereka.
Menurut Memet, kondisi tersebut memperkuat alasan agar pemerintah daerah bersama pihak terkait segera merealisasikan alokasi BBM subsidi jenis solar bagi masyarakat dan pelaku transportasi di wilayah Gane.
“Harga BBM yang selama ini kami gunakan terpaksa dibeli dari pasokan industri, dan sekarang kembali mengalami kenaikan. Otomatis biaya operasional semakin besar. Padahal selama bertahun-tahun kami sudah menanggung kerugian karena tidak memperoleh kuota solar subsidi sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku,” ujar Memet dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, meskipun terdapat dua SPBU yang beroperasi di wilayah Gane, masing-masing di Kecamatan Gane Barat dan Gane Timur, hingga saat ini belum tersedia kuota BBM subsidi jenis solar untuk memenuhi kebutuhan sektor transportasi dan angkutan barang.
“Kami mempertanyakan keadilan distribusi BBM subsidi. Apakah masyarakat Gane bukan bagian dari Kabupaten Halmahera Selatan? Kami memiliki hak yang sama dengan masyarakat di wilayah lain. Kami menjalankan usaha, berkontribusi terhadap perekonomian daerah, dan memenuhi kewajiban kami sebagai warga negara. Karena itu, kami juga berhak mendapatkan fasilitas dan perlindungan yang disediakan negara,” tegasnya.
Memet mengungkapkan, selama lebih dari 23 tahun Kabupaten Halmahera Selatan berdiri, para pelaku usaha transportasi di wilayah Gane belum pernah menikmati alokasi solar subsidi secara memadai. Akibatnya, biaya operasional angkutan barang terus meningkat dan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Saat ini, kata dia, anggota Organda Gane mengoperasikan lebih dari 102 unit dump truck dan kendaraan khusus angkutan barang yang setiap hari melayani kebutuhan distribusi logistik serta mendukung berbagai aktivitas pembangunan di wilayah tersebut.
Karena itu, DPU Organda Gane mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, pemerintah provinsi, serta pihak Pertamina untuk segera mengambil langkah konkret dalam memenuhi kebutuhan BBM subsidi bagi masyarakat dan pelaku usaha transportasi di kawasan Gane.
“Kami tidak meminta keistimewaan. Kami hanya meminta hak yang seharusnya diterima sebagaimana masyarakat dan pelaku usaha di daerah lain. Kenaikan harga BBM industri hari ini semakin menunjukkan pentingnya kehadiran pemerintah untuk memberikan solusi yang adil bagi masyarakat Gane,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan