Halmahera Timur, Delangi.com – Sentral Organisasi Pelajar Mahasiswa Indonesia Halmahera Timur (SeOPMI) menyerahkan dokumen rekomendasi bertajuk “Transformasi Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan” kepada DPRD Kabupaten Halmahera Timur sebagai hasil kajian terhadap berbagai persoalan pembangunan di daerah tersebut.
Dokumen rekomendasi itu diserahkan langsung kepada Ketua DPRD Halmahera Timur, Idrus Maneke, di Kantor DPRD Halmahera Timur. Penyerahan dilakukan oleh Ketua SeOPMI bersama Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD).
Ketua SeOPMI mengatakan rekomendasi tersebut merupakan hasil seminar, kajian akademik, serta analisis terhadap sejumlah persoalan yang dinilai masih menghambat pembangunan di Halmahera Timur.
Menurutnya, dokumen tersebut tidak boleh berhenti sebagai arsip atau sekadar pelengkap administrasi kelembagaan, melainkan harus menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan daerah.
“Rekomendasi ini harus dikawal melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD. Masyarakat tidak hanya membutuhkan seremoni penyerahan dokumen, tetapi kebijakan yang mampu menjawab persoalan nyata di daerah,” ujarnya.
SeOPMI menilai berbagai tantangan pembangunan di Halmahera Timur tidak lagi sebatas persoalan teknis, tetapi menyangkut keberanian pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan.
Organisasi tersebut berpandangan bahwa selama ini pembangunan lebih banyak diwarnai narasi keberhasilan, sementara sejumlah persoalan mendasar, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, dan daya saing daerah, belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Dalam rekomendasinya, SeOPMI menempatkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Kedua sektor tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Menurut SeOPMI, pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dari investasi terhadap kualitas manusia.
Selain itu, SeOPMI turut menyoroti salah satu agenda yang menjadi visi dan misi Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub dan Wakil Bupati Anjas Taher, yakni pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.
Organisasi mahasiswa itu menilai visi tersebut harus diwujudkan melalui indikator yang terukur, seperti meningkatnya jumlah putra-putri Halmahera Timur yang berhasil meraih gelar doktor, profesor, maupun menjadi akademisi dan peneliti.
SeOPMI menilai hingga kini jumlah sumber daya manusia pada jenjang akademik tertinggi di Halmahera Timur masih terbatas sehingga perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Daerah yang ingin melakukan lompatan pembangunan tidak cukup hanya membangun jalan, jembatan, dan infrastruktur fisik, tetapi juga harus membangun infrastruktur intelektual melalui investasi pada pendidikan tinggi, riset, beasiswa, serta penguatan kapasitas generasi muda,” kata Ketua SeOPMI.
Menurut SeOPMI, keberhasilan pembangunan seharusnya tidak hanya diukur dari besarnya investasi maupun banyaknya proyek yang dibangun, tetapi juga dari lahirnya ilmuwan, peneliti, profesor, inovator, dan pemimpin daerah yang berasal dari Halmahera Timur sendiri.
Dokumen rekomendasi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Halmahera Timur, Idrus Maneke.
SeOPMI menegaskan akan terus mengawal implementasi rekomendasi tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol publik terhadap jalannya pembangunan daerah.
Bagi SeOPMI, rekomendasi yang disampaikan bukan menjadi akhir dari rangkaian seminar dan kajian, melainkan awal untuk menguji komitmen para pemangku kebijakan dalam mewujudkan pembangunan Halmahera Timur yang berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan